Seboroik Keratosis: Bintik Kulit Jinak yang Sering Disangka Kanker

Seboroik keratosis adalah bintik kulit jinak seperti kutil yang sering muncul di usia dewasa. Kenali ciri-ciri, penyebab, dan cara menghilangkannya secara aman di Klinik dr. Khé & Co.

Seboroik keratosis adalah bintik kulit jinak seperti kutil

Seboroik keratosis adalah salah satu jenis pertumbuhan kulit jinak yang sering muncul seiring bertambahnya usia. Kondisi ini ditandai dengan bintik atau plak menonjol berwarna coklat, hitam, atau kekuningan yang tampak seperti kutil, namun tidak berbahaya dan bukan kanker kulit. Meski begitu, banyak orang merasa terganggu secara estetika karena bentuknya yang menonjol dan kadang terlihat mengilap seperti lilin.

Apa Itu Seboroik Keratosis?

Seboroik keratosis (juga disebut seborrhoeic wart) merupakan pertumbuhan non-kanker yang berasal dari sel-sel epidermis. Lesi ini bersifat jinak, tidak menular, dan biasanya muncul pada orang dewasa berusia 40 tahun ke atas. Walaupun bisa tumbuh di area mana saja, bintik ini paling sering muncul di wajah, leher, punggung, dada, dan tangan.

Ciri-Ciri Seboroik Keratosis

  • Bentuk: Menonjol, seperti menempel di atas kulit
  • Warna: Coklat muda, coklat tua, hingga hitam
  • Permukaan: Kasar, berkerak, atau mengilap seperti lilin
  • Jumlah: Bisa satu atau banyak sekaligus
  • Tidak menular, tidak gatal (kecuali teriritasi)

Seboroik keratosis tidak akan berubah menjadi kanker kulit, namun pada beberapa kasus bisa sulit dibedakan dengan melanoma (kanker kulit ganas). Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter kulit sangat dianjurkan jika bintik tampak berubah warna atau bentuk.

Penyebab Seboroik Keratosis

Penyebab pasti belum diketahui, namun beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko:

  1. Faktor usia – Lebih sering muncul setelah usia 40 tahun
  2. Genetik – Riwayat keluarga dengan seboroik keratosis
  3. Paparan sinar UV – Sering terpapar matahari mempercepat kemunculannya

Apakah Seboroik Keratosis Berbahaya?

Seboroik keratosis tidak berbahaya. Namun, periksa ke dokter jika:

  • Bintik tiba-tiba berubah warna atau bentuk
  • Mudah berdarah atau nyeri
  • Tumbuh cepat dan tidak simetris

 

Hal ini untuk memastikan bukan melanoma atau jenis kanker kulit lainnya.

Cara Menghilangkan Seboroik Keratosis

Sebagian besar tidak membutuhkan pengobatan, namun bisa dihilangkan jika mengganggu penampilan atau sering teriritasi. Perawatan yang umum dilakukan di klinik antara lain:

  1. Kuretase – Mengikis lesi menggunakan alat medis steril
  2. Cryotherapy – Membekukan bintik dengan nitrogen cair
  3. Elektrokauter – Menghancurkan jaringan dengan arus listrik
  4. Laser CO2 – Menguapkan jaringan bintik secara presisi dengan laser

 

Semua prosedur ini harus dilakukan oleh dokter kulit berpengalaman untuk menghindari infeksi atau bekas luka.

Seboroik keratosis tidak akan berubah menjadi kanker kulit, namun pada beberapa kasus bisa sulit dibedakan dengan melanoma (kanker kulit ganas)

Bisakah Seboroik Keratosis Dicegah?

Karena penyebab pastinya belum diketahui, pencegahan total sulit dilakukan. Namun, langkah berikut bisa membantu:

 

  • Gunakan sunscreen SPF 50 setiap hari untuk melindungi kulit dari UV
  • Hindari iritasi kulit berlebihan (garukan, gesekan)
  • Periksa ke dokter kulit jika ada perubahan mencurigakan pada bintik kulit

 

Ingin tahu lebih lanjut atau konsultasi tentang cara menghilangkan Seboroik Keratosis tanpa bekas? Hubungi kami di Klinik dr. Khé & Co – Kelapa Gading untuk mendapatkan perawatan aman dan profesional.